
Medan – medianasionalnews. Mahasiswa Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed), Dody Arisandy, menjalani ujian tertutup disertasi di Kampus Pascasarjana Unimed, Kamis (11/6/2026).
Dalam sidang tersebut, Dody Arisandy mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Peace Education Berbasis Social Emotional Learning dalam Mengurangi Bullying bagi Peserta Didik SMK di Kota Medan.”
Sidang tertutup tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Baharuddin, S.T., M.Pd selaku pimpinan sidang sekaligus penguji, dengan Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd sebagai sekretaris sidang dan penguji. Bertindak sebagai promotor adalah Dr. Arif Rahman, M.Pd, sementara Prof. Dr. Yusnadi, M.S menjadi kopromotor.
Tim penguji dalam ujian tertutup itu terdiri atas Prof. Dr. Eka Daryanto, M.T, Prof. Dr. Rosnelli, M.Pd, Dr. Dionisius Sihombing, M.Si, serta Dr. Regina Sipayung, M.Pd sebagai penguji eksternal. Sementara tugas notulen dilaksanakan oleh Prof. Dr. Aman Simaremare, M.S.
Dalam sambutannya, Dody Arisandy menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh pimpinan sidang, promotor, kopromotor, serta tim penguji yang telah memberikan bimbingan selama proses pendidikan dan penyusunan disertasinya.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada pimpinan sidang, para penguji, promotor dan kopromotor yang telah meluangkan waktu, tenaga serta pemikirannya untuk membimbing, mengarahkan dan memberikan penilaian terhadap disertasi yang telah saya susun,” ujar Dody.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga mencapai tahapan ujian tertutup program doktor.
“Saya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan baik secara akademik maupun non-akademik selama proses pendidikan dan penelitian yang saya jalani,” katanya.
Menurut Dody, ujian tertutup merupakan salah satu tahapan penting dalam proses akademik yang memberikan kesempatan bagi promovendus untuk memperoleh berbagai masukan dalam penyempurnaan hasil penelitian.
“Sidang tertutup ini merupakan tahapan penting dalam perjalanan akademik saya sebagai promovendus. Oleh karena itu, saya memandang forum ini sebagai kesempatan yang sangat berharga untuk memperoleh masukan, kritik, saran, dan koreksi yang konstruktif demi penyempurnaan disertasi serta pengembangan kontribusi ilmiah yang dihasilkan dari penelitian ini,” ungkap Dody.
Dody mengakui bahwa penelitian yang dilakukannya masih memiliki sejumlah keterbatasan sehingga membutuhkan berbagai saran dan masukan dari para penguji.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyadari bahwa disertasi ini masih memiliki berbagai keterbatasan. Karena itu saya sangat mengharapkan arahan dan masukan dari para penguji agar hasil penelitian ini dapat menjadi lebih baik, lebih komprehensif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik di bidang yang saya teliti,” tuturnya.
Setelah menyampaikan pengantar, Dody kemudian memaparkan hasil penelitiannya mengenai pengembangan model manajemen pelatihan peace education berbasis social emotional learning sebagai upaya mengurangi perilaku bullying di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan.
“Selanjutnya dengan memohon ridha Allah dan atas izin pimpinan sidang, saya akan memaparkan presentasi hasil penelitian disertasi yang berjudul Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Peace Education Berbasis Social Emotional Learning dalam Mengurangi Bullying bagi Peserta Didik di SMK Kota Medan,” kata Dody mengawali presentasinya.
Melalui penelitian tersebut, Dody berharap model yang dikembangkannya dapat menjadi referensi bagi dunia pendidikan dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, harmonis, serta mampu menekan angka perundungan di kalangan peserta didik, khususnya di tingkat SMK. Afdal