Sangat singkat tinggal 18 Bulan lagi, Jabatan Wagub Aceh Masih jadi Incaran Parpol

Views: 264

Medianasionalnews.id – Masa jabatan Wakil Gubernur Aceh yang terpilih nanti memang sangat singkat. Hanya 18 bulan. Namun, tetap menguntungkan dari sisi politik maupun ekonomi.
Tak heran jika beberapa partai politik baik nasional maupun lokal berebut mengajukan nama jagoan mereka. Untuk diajukan kepada Gubernur Aceh sebelum diserahkan dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai Wakil Gubernur Aceh.

“Secara strategis, ada upaya kepentingan politik dan ekonomi atau politik anggaran yang terselip untuk dapat dikuasai. Sebagai kapitalisasi atau modal politik berhadapan dengan tahun politik pada waktu yang akan datang,” sebut pemerhati Sospol, Andi Mulia, SE didampingi Wahyuddin/Nyak di Bireuen, Senin (21/12).

Beberapa partai politik nasional dan lokal akan melakukan penggalangan dukungan dari pemangku kepentingan, tokoh masyarakat dan agama,
Namun, perlu diingat, tidak ada makan siang gratis. Mencari dukungan juga membutuhkan tawar menawar kepentingan antara pihak yang berhasrat dan mendukung.

“Bagi masyarakat bawah, di akar rumput, hal ini tidak terlalu berpengaruh. Sehingga pemilihan wakil gubernur ini tidak akan memecah belah kehidupan masyarakat. Terlepas dari hasrat seluruh partai politik, semua keputusan berada di tangan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk memilih atau menolak calon yang diusulkan oleh partai pengusung. Setelah diusulkan, Nova bisa saja menerima, melanjutkan, mengusulkan, atau mendiamkan kandidat usulan partai pengusung.

Menurut Andi, dinamika hubungan eksekutif-legislatif juga akan memiliki konsekuensi. Sulit bagi para pihak untuk mengabaikan kepentingan politik, baik dari aktor-aktor tertentu atau dari internal partai politik.

Andi juga mengatakan masyarakat tidak terlalu berharap banyak terhadap sosok wakil gubernur.
Karena yang diharapkan oleh masyarakat adalah perubahan kehidupan menjadi lebih baik.
“Jangan korbankan rakyat hanya untuk mengakomodir kepentingan politik dan ekonomi para elite Aceh, para aktor, serta partai politik di Aceh,” kata Andi (@01)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page